Berikut ini penjelasan dari Modul Problem Based Learning yang menjadi soal ujian.
BAGIAN I
PENDAHULUAN
A. Pengantar
Modul Problem Based Learning (PBL) ini dirancang bagi mahasiswa semester lima yang mengikuti mata kuliah Kajian Gender dan Perempuan Jepang (BUK 316). Salah satu bahasan dalam mata kuliah adalah konsep ryousaikenbo (istri yang baik dan ibu yang bijaksana) yang dilihat dari dua sisi; sisi positif dan sisi negatifnya dalam masyarakat Jepang. Modul ini mengambil salah satu bahasan tersebut dan diberi judul "Telaah Doktrin Ryousaikenbo dalam Proses Modernisasi Jepang”. PBL ini dibuat sebagai respon dari banyaknya tulisan artikel popular di sosial media yang berujung dengan argument domestikasi perempuan Indonesia dengan justifikasi masyarakat semodern Jepang saja memakai konsep ryousaikenbo.
Penugasan telaah dalam modul ini bertujuan untuk mendeskripsikan definisi dan peranan doktrin ryousaikenbo dalam proses modernisasi Jepang dari era politik sakoku (tertutup) menuju restorasi Meiji di awal abad 20. Melalui PBL ini mahasiswa akan memahami karakteristik modernisasi Jepang sebagai satu-satunya negara Asia yang pernah mengalami fase revolusi industri sebagaimana Eropa dan Amerika.
Modul ini dilengkapi dengan langkah-langkah telaah film dokumenter dan artikel jurnal yang kemudian disusun dalam bentuk laporan analisis per kelompok. Tidak hanya keterampilan berkolaborasi akan diasah melalui kerja kelompok dalam rangka penyusunan laporan, tetapi mahasiswa juga dilatih skill berkomunikasi untuk bisa menyampaikan gagasan dan hasil telaahnya dengan ppt interaktif.
B. Tujuan
Hasil akhir PBL ini diharapkan dapat menjadi sumber rujukan yang jelas dan terpercaya bagi pembelajar kajian gender dan perempuan Jepang khususnya dalam memahami konsep ryousaikenbo. Selama ini konsep ryousaikenbo banyak dipublikasikan di berbagai artikel populer di Indonesia, tetapi tidak pernah berasal dari sumber referensi yang kredibel. Dengan adanya PBL ini, masyarakat luas pun akan bisa memahami sisi gelap dan sisi terang dari doktrin ryousaikenbo yang selama ini belum pernah diketahui.
C. Karakteristik
1. Mahasiswa harus menguasai asal mula konsep ryousaikenbo menyebar di Jepang pada awal abad 20.
2. Mahasiswa menguasai perbedaan proses modernisasi di Eropa, Amerika, dan Asia.
3. Mahasiswa mengenal teori compressed modernity Chang dan juggernaut modernity Anthony Giddens.
4. Mahasiswa mengetahui hubungan antara domestikasi perempuan dalam proses modernisasi.
D. Beberapa Langkah yang bisa dilakukan dalam menyelesaikan masalah
· Persiapan
Mahasiswa diajak menonton video dokumenter tentang ryousaikenbo serta materi kuliah tentang restorasi Meiji untuk menstimulasi critical thinking serta menyiapkan mahasiswa untuk melakukan pemecahan masalah.
· Pelaksanaan
Mahasiswa dibagi dalam bentuk kelompok dan diberi tugas memecahkan satu permasalahan yang harus dikerjakan secara kelompok melalui diskusi, lalu menuliskannya ke dalam bentuk laporan ilmiah (makalah).
· Pelaporan
Mahasiswa melaporkan hasil analisis dan diskusi kelompoknya dalam bentuk ppt interaktif.
BAGIAN 2
DESAIN PROBLEM
A. Capaian Pembelajaran Matakuliah
Mahasiswa dapat bekerjasama dengan anggota kelompoknya untuk membuat makalah dan ppt interaktif tentang studi kasus doktrin ryousaikenbo (istri yang baik dan ibu yang bijaksana) dalam proses modernisasi Jepang pada zaman restorasi Meiji di awal abad 20.
Mahasiswa diminta mengumpulkan serta menelaah literatur dan video dokumenter mengenai ryousaikenbo lalu menganalisis bagaimana doktrin tersebut sangat berpengaruh besar dalam dalam proses modernisasi Jepang pasca politik sakoku (menutup diri dari pengaruh asing) dan apa saja bedanya dengan proses modernisasi di negara lain khususnya Eropa dan Amerika yang telah lebih dahulu mengalami revolusi industri.
Selanjutnya mahasiswa akan melaporkan hasil diskusi dan analisisnya dalam bentuk slide presentasi dan mempresentasikannya di depan kelas untuk melatih daya kritis dan kemampuan komunikasi ilmiah.
B. Deskripsi Masalah (Problem)
Berikut ini adalah permasalahan yang dibahas dalam modul PBL ini:
Dalam 10 tahun terakhir ini banyak sekali tulisan yang membahas tentang konsep ryousaikenbo (istri yang baik dan ibu yang bijaksana) sebagai kunci kesuksesan Jepang mendidik generasi penerus di era modern. Namun benarkah konsep ryousaikenbo itu seperti yang banyak dituliskan oleh media di Indonesia? Kebanyakan tulisan tersebut hanya berdasarkan asumsi dan hanya menggabung-gabungkan berbagai serpihan informasi tanpa referensi yang jelas, bahkan tidak jarang di antara penulisnya pun tidak pernah sekalipun tinggal atau mengunjungi Jepang, salah satu contohnya adalah esai Daoed Joesoef (mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Indonesia 1978-1983) dimuat di kolom opini KOMPAS pada 7 Juli 2007.
Tugas mahasiswa:
1. Mahasiswa dibagi menjadi 7 kelompok terdiri dari 8-10 orang, masing-masing kelompok berdiskusi untuk menelaah film dokumenter berbahasa Jepang tentang ryousaikenbo. File film sudah tertempel di hebat-eLearning.
2. Setelah proses telaah film dokumenter dan referensi terkait, masing-masing kelompok menentukan definisi ryousaikenbo dan menganalisis apa pengaruhnya terhadap perjalanan sejarah Jepang dari era sakoku (menutup diri) hingga modernisasi di era pemerintahan Meiji.
3. Mahasiswa menulis makalah berupa laporan hasil analisis.
Mahasiswa menuliskan laporan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.
C. Bentuk dan Format Luaran
Bentuk luaran yang dikerjakan mahasiswa ialah makalah dan ppt interaktif per kelompok.
D. Indikator dan Bobot Penilaian
1. Kriteria Luaran Tugas
a. Makalah dengan format A4, Font: Book Antiqua size 12, margin: 3-3-3-3, spasi 1.5 minimum 8 halaman (di luar lampiran transkripsi dan transliterasi) dikumpulkan dalam bentuk soft copy dan dikumpulkan di hebat e-learning.
b. Slide presentasi power point terdiri dari teks dan ilustrasi yang berasal dari film dokumenter atau referensi terkait, minimal 5 slide dikumpulkan dalam bentuk soft copy dan dikumpulkan di hebat e-learning.
c. Mahasiswa menuliskan nama dan NIM masing-masing anggota grup, sertakan juga peran dan tugas maing-masing anggota grup.
d. Tugas dikumpulkan dalam bentuk folder dengan nama grup berisi makalah, slide PPT, dan daftar anggota grup beserta tugas masing-masing anggota.
2. Kriteria, Indikator dan Bobot Penilaian
a. Penyusunan Laporan (Bobot 50%)
Sesuai dengan aturan penulisan ilmiah dan kepatuhan terhadap format yang ditentukan. Laporan terdiri dari pendahuluan, kajian pustaka, hingga hasil analisis dan simpulan.
b. Penyusunan ppt interaktif (50%)
Jelas, tidak bertele-tele dan inovatif. Menggunakan font yang mudah dibaca serta berisi penjelasan dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami.