Skip to main content
Completion requirements
View

Mitigasi dan kesiapsiagaan perawat

Review literatur oleh Chapman and Arbon (2008) menunjukkan bahwa bahkan perawat yang sehari-hari bekerja di layanan kesehatan akut dan rawat darurat tidak siap dalam menghadapi situasi bencana. Tzeng et al. (2016) menunjukkan bahwa perawat di setting klinik juga tidak memiliki kewaspadaan terhadap bencana. Hal ini berkebalikan dengan pendapat Cox and Briggs (2004) yang mempercayai bahwa perawat kritis lebih siap menghadapi situasi bencana jika dibandingkan dengan perawat pada setting yang lain.

Reading activity 8 (Tidak wajib)

Tzeng, W-C, Feng, H-P, Cheng, W-T, Lin, C-H, Chiang, L-C, Pai, L & Lee, C-L 2016, 'Readiness of hospital nurses for disaster responses in Taiwan: A cross-sectional study', Nurse Education Today, vol. 47, 2016/12/01/, pp. 37-42.

 Cox, E & Briggs, S 2004, 'Disaster nursing new frontiers for critical care', Critical care nurse, vol. 24, no. 3, pp. 16-22.

 Wang et al. (2008) merekomendasikan bahwa pelatihan dan simulasi situasi kebencanaan dapat meningkatkan kesiapan dan upaya mitigasi dan perencanaan situasi bencana pada kelompok perawat dan professional kesehatan di tatanan layanan kesehatan primer (Fasilitas Kesehatan Pratama).

Reading activity 9 (Tidak wajib)

Wang, C, Wei, S, Xiang, H, Xu, Y, Han, S, Mkangara, OB & Nie, S 2008, 'Evaluating the effectiveness of an emergency preparedness training programme for public health staff in China', Public Health, vol. 122, no. 5, May, pp. 471-477.