Internet pun sudah tidak menjadi
barang mewah seperti sepuluh tahun yang lalu dimana internet masih awam bagi
kebanyakan orang. Harganya pun kini sudah terjangkau dengan beragam promosi
dari para pihak vendor jaringan. Selain itu, tidak ada salahnya bila kita
mengenalkan teknologi generasi masa depan ini kepada anak-anak kita sejak dini
agar mereka tidak gaptek (gagap teknologi) di kemudian hari. Banyak sisi
positif yang bisa diperoleh untuk anak-anak kita, mulai dari memanfaatkan
internet dalam mencari bahan referensi untuk mengerjakan tugas dari sekolah,
mempererat persahabatan dengan teman sebaya lewat media sosialisasi, hingga
sekedar mengisi waktu luang dengan bermain game online.
Namun demikian dibalik kemudahan
tersebut, internet juga memiliki peluang negatif yang bisa dibilang sama
besarnya. Semakin berkembangnya teknologi canggih membuat orang tua patut
meningkatkan kewaspadaan dalam menyeleksi beragam informasi untuk anak-anaknya.
Tidak semua konten yang beredar di internet layak dikonsumsi anak-anak di bawah
umur. Tentunya kita sebagai orang tua, tidak ingin kecolongan selama memberikan
pendidikan dan pengarahan kepada anak-anak kita.
Ketika anak-anak Anda baru menginjak usia antara 3 hingga 5
tahun, Anda dapat mengetahui seberapa jauh minatnya terhadap suatu hal, lalu
kemudian menuntunnya untuk menumbuhkan keinginan anak tersebut lewat beberapa
situs internet yang sesuai. Kebanyakan di usia balita seperti saat ini, anak-anak cenderung menyukai
gambar-gambar berwarna disertai tokoh-tokoh kartun yang sering dilihatnya
melalui program acara televisi kesayangannya. Anda bisa mencarikannya lewat
situs pencari misalnya, lalu kemudian mencetak gambar tersebut untuk dipajang
di dinding kamarnya. Atau Anda juga bisa mengunjungi web yang menyediakan komik
ataupun cerita dongeng, baik secara online maupun yang bisa diunduh.
Selanjutnya pada usia 5 hingga 7 tahun, biasanya sifat dasar si anak
tersebut adalah serba ingin tahu dan memiliki keinginan untuk melakukan semacam
eksplorasi sendiri. Dengan demikian, pada masa usia tersebut pengawasan
selektif dari orang tua mulai sangat diperlukan untuk memberikan arahan dan
bimbingan dasar sebelum ia benar-benar siap mengenal banyak hal di dunia maya.
Namun ingat, Anda tidak perlu membatasi kreatifitasnya dalam mencari informasi
yang ingin diketahuinya, asalkan Anda tetap menuntunnya ke arah yang tepat.
Larangan justru akan semakin membuat anak-anak Anda penasaran sehingga besar
kemungkinan akan berusaha mencuri kesempatan di saat kita lengah.
Dalam menerapkan internet sehat untuk anak Anda
hendaknya Anda membuat suatu peraturan atau perjanjian sebelum Anda memberi
akses Internet kepada anak Anda. Hal ini merupakan langkah awal yang bijaksana
demi menjaga keamanan anak Anda ketika memasuki dunia maya. Pastikan bahwa
ketika si buah hati tengah asyik menjelajah sebuah situs harus tetap di bawah
pengawasan dan bimbingan Anda sebagai orangtua. Buatlah perjanjian dengannya,
seperti memberi izin untuk mengakses internet apabila ada orangtua ataupun
pengasuh yang mendampinginya, tidak boleh sembarangan membuka situs ataupun
program yang berbahaya (Anda dapat memberikan alasan kepada anak Anda bahwa
bahwa jika ia membukanya maka akan merusak komputer kesayangannya). Selain itu
pastikan pada anak Anda bahwa ia tidak boleh mudah percaya dengan orang yang
baru dikenal, terlebih bila ia diminta untuk memberikan data-data yang sifatnya
pribadi kepada orang asing tersebut.
Berikan
proteksi secara tidak langsung kepada anak Anda, dalam hal ini termasuk
memasang software khusus untuk memblokir situs-situs yang mengandung konten
berbahaya dan tidak relevan bagi anak-anak seusianya. Contoh dari software yang
dapat Anda gunakan yaitu Webroot Anti-Spyware, Naomi, Netdog, serta software
buatan lokal PERISAI. Dan yang paling penting, usahakan untuk selalu menjaga komunikasi yang
bersifat terbuka dan positif dengan anak-anak Anda. Tanggapi setiap pernyataan
dan rasa ingin tahu seorang anak tentang apa yang biasa dilihatnya dan ingin
diketahuinya. Lewat pendekatan yang tepat, niscaya anak Anda akan dapat
mengerti dan memahami segala hal yang kelak akan menjadi pedoman hidupnya di
masa yang akan datang.
Hindari Mengunduh Tanpa Izin
• Jika kamu menemukan lampiran atau file yang
bisa diunduh di internet, jangan asal menekan tombol download, ya.
• Sekalipun itu gratis, lebih baik kamu
bertanya atau meminta izin pada orang yang lebih tua untuk memastikan file tersebut
aman.
• Karena kita tidak tahu apa isinya.
Beberapa file di internet bisa berisi virus yang bisa merusak
gawaimu juga, teman-teman.
Ceritakan Pengalaman pada Orang Dewasa di
Sekitarmu
Berceritalah mengenai apa yang kamu alami
selama menggunakan internet, pada orang dewasa yang kamu percayai. Seperti
orangtua atau kakak. Ini termasuk kalau ada yang memberikan
pesan aneh, pesan yang bernada mengejek atau bullying. Kamu tidak perlu membalasnya, namun kamu
bisa meminta bantuan orang dewasa untuk memblokir pesan. Internet adalah tempat yang luas sekali,
teman-teman. Hati-hati saat menggunakannya, apalagi saat membagikan sesuatu,
ya. Pastikan
kamu membagikan hal-hal yang baik saja di internet dan mengunjungi situs yang
ditujukan untuk anak-anak, ya, teman-teman.
Jangan Memberikan Informasi Pribadi
Internet adalah salah satu bentuk fasilitas
yang termasuk ke dalam PG atau Parenyal Guidance, teman-teman. Jika sebuah situs atau media sosial
mengharuskan kamu berusia di atas 13 tahun, lebih baik kamu mematuhinya, ya Kemudian, kalau kamu sedang bermain media
sosial, jangan memberikan informasi pribadi. Misalnya seperti nama lengkap, alamat rumah,
alamat sekolah, dan nomor telepon mu.
Jangan Membagikan Foto ke Orang yang Tidak
Dikenal
Jika ada orang tidak dikenal yang
menghubungimu, sebaiknya kamu tidak menjawabnya, ya. Apalagi jika orang tidak dikenal meminta foto
pribadimu, teman-teman. Karena kita tidak tahu apakah foto tersebut akan
disalah gunakan atau tidak. Jika kamu bermain media sosial, lebih aman
jika kamu mengunci akunmu dan hanya berbagi dengan orang-orang yang kamu kenal
saja, ya. Misalnya teman-teman atau keluarga. Kamu juga harus memilih apa saja yang bisa
kamu bagikan dan tidak bisa dibagikan di internet. Diskusikan dengan orangtua
atau kakakmu, ya.
Simpan Password-mu
Sebaiknya, tidak ada orang lain yang
mengetahui password akun yang kamu miliki di internet, seperti
email, atau media sosial, kecuali orang tuamu. Orang tua kita harus tahu password kita
untuk melindungi kita agar aman saat menggunakan internet. Meskipun
temanmu yang bertanya, lebih baik simpan dengan baik password-mu,
ya.