Critical literacy adalah kemampua seseorang yang tidak hanya berfokus pada teks atau bacaan yang disajikan namun juga diimbangi dengan kemampuan mereka untuk berf1kir didalamnya[7]. Kepekaan pada lingkungan sekitar dan memahami apa yang sedang terjadi menjadi syarat utama untuk menumbuhkan critical literacy. Seseorang perlu menggali latar belakang dari sajian informasi yang ada, sebab kebenaran yang sesungguhnya ada dibalik alasan dari penulisan infomiasi tersebut.
"To be critically literate, readers must come to understand that texts are not 'true· but rather that they represent the perspectives of the writer and the socio-cultural times in which they were written"[B].
Terdapat 4 tahapan yang perlu dilakukan untuk memiliki kemampuan critical literacy, diantaranya:
1. Analize (analisa) merupakan kegiatan yang perlu dilakukan pertama kali saat memperoleh infomiasi. Seseorang perlu memastikan kredibilitas dari sumber informasi, siapa yang mengunggah, dan apa tujuan dari informasi tersebut diunggah.
2. Evaluate (evaluasi), kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan setelah dilakukan analisa. Seseorang perlu menanyakan pada dirinya sendiri apakah ia setuju dengan informasi tersebut atau tidak. Evaluasi juga dapat dilihat dari siapa saja orang yang menyebarkan infomiasi tersebut dan bagaimana latar elakang mereka.
3. Challenge (menantang), menantang disini maksudnya ialah mengetes infom,asi tersebut dengan membawa informasi kedalam diskusi sehingga didapatkan hasil perspektif dari banyak orang. Selain itu, infomiasi tersebut juga dapat dihubungkan dengan pengalaman yang ada.
4. Transfom, (transformasi), merupakan pengamatan pada respon sekitar setelah mendapatkan informasi dengan melihat perubahan pemikiran ataupun tindak lanjut berupa aksi setelah mengonsumsi informasi
Critical literacy adalah kemampuan untuk berpikir secara jernih dan rasional tentang apa yang harus dilakukan atau apa yang harus dipercaya. Critical literacy mencakup kemampuan untuk terlibat dalam pemikiran reflektif dan mandiri. Seseorang dengan keterampilan Critical literacy dapat melakukan hal-hal sebagai berikut:
Memahami hubungan logika antara gagasan
Mengidentifikasi, membangun, dan mengevaluasi argumen
Mendeteksi ketidakkonsistenan dan kesalahan umum dalam bernalar
Menyelesaikan masalah secara sistematis
Mengidentifikasi relevansi dan pentingnya gagasan
Merenungkan sebuah pembenaran keyakinan dan nilai-nilai dalm diri seseorang.
Critical literacy bukanlah masalah mengumpulkan informasi. Seseorang dengan ingatan yang baik dan mengetahui banyak fakta, belum tentu memiliki Critical literacy Lebih jauh, seorang Critical literacy mampu menyimpulkan sebuah konsekuensi dari apa yang dia ketahui. Dia juga tahu bagaimana cara memanfaatkan informasi yang telah didapatkannya untuk menyelesaikan masalah, mencari sumber informasi yang relevan untuk disampaikan pada dirinya-sendiri.\
Cara Membentuk Critical Literacy
Lalu, bagaimana cara tepat untuk membentuk critical literacy? Berikut beberapa tahapan yang perlu Anda lakukan:
1. Kenali Masalah yang Ada
Tahap pertama yang perlu Anda lakukan untuk dapat berpikir kritis adalah dengan mengidentifikasi masalah yang ada. Biasanya, masalah muncul karena beberapa faktor yang menjadi penyebabnya, baik itu faktor psikologis, teman keluarga, maupun faktor lingkungan yang mempengaruhinya.
Untuk bisa mengidentifikasi sebuah masalah, berarti Anda dituntut untuk memahami diri Anda, apa yang menjadi penyebab masalah itu muncul, apa saja dampak yang muncul dari masalah tersebut terhadap Anda dan orang lain di sekitar Anda, dan apa posisi Anda dalam masalah tersebut.
2. Tentukan Skala Prioritasnya
Tahapan selanjutnya adalah menentukan skala prioritas. Setiap orang pasti punya masalah dalam hidupnya. Namun, jika ANda ingin membentuk Critical literacy Anda harus menentukan skala prioritas dari masalah-masalah yang sedang Anda hadapi saat ini.
Mana masalah yang paling mendesak, mana yang masih bisa dipending, dan mana yang bisa diselesaikan terakhir. Sebagai contoh, beberapa masalah yang mungkin Anda hadapi adalah menyelesaikan studi S2 dalam waktu 1 tahun lagi, memiliki rumah dalam waktu 2 tahun ke depan, rencana investasi yang harus terealisasi di tahun ini, dan masih banyak lagi. Dengan menentukan skala prioritas secara jelas, Anda akan lebih mudah menentukan mana target-target yang harus Anda capai lebih dulu.
3. Kumpulkan Informasi
Setelah menentukan skala prioritas dengan jelas. Kini saatnya Anda mengumpulkan informasi dan menganalisanya. Jangan pernah membatasi pengetahuan Anda. Bila perlu, gali informasi dan perkaya pengetahuan Anda di bidang yang sedang Anda ingin prioritaskan saat ini.
Anda dapat menggali informasi dari beberapa sumber. Mulai dari buku-buku, jurnal, internet, studi lapangan, pengalaman dari expert, dan masih banyak lagi. Semakin banyak informasi yang Anda miliki, akan semakin banyak pengetahuan yang Anda punya sehingga Anda tidak akan mudah tertipu karena kemampuan analisa Anda pun berkembang sejalan dengan pengetahuan yang Anda miliki.
4. Kenali Persepsi yang Muncul
Dalam sebuah kondisi, terkadang ada banyak pendapat yang muncul dari orang-orang yang berbeda. Sebaiknya, Anda jangan langsung percaya dan menerima informasi itu tanpa menganalisanya terlebih dahulu.
Anda juga perlu memperkaya dan mengupgrade pengetahuan yang Anda miliki agar Anda tidak salah dalam menerima persepsi orang lain. Kenali persepsi yang muncul di depan Anda, berikan sedikit perasaan curiga dan tidak percaya agar Anda bisa menganalisanya lebih dalam.
5. Analisa Setiap Data
Biasakan untuk menganalisa setiap data yang Anda peroleh. Perhatikan dan temukan informasi-informasi lain yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan yang menunjang data yang Anda peroleh tadi.
Misalnya, saat seseorang membicarakan tentang tingkat kemiskinan dan kesejahteraan di Indonesia, maka seharusnya data ini ditunjang dengan informasi data-data dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memperoleh data yang valid, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
6. Proses Pengambilan Keputusan
Setelah Anda mengidentifikasi masalah, menentukan skala prioritasnya, mengumpulkan data-data informasi, mengenali setiap persepsi yang muncul dari orang-orang yang berbeda, kemudian menganalisanya, tahapan terakhir yang perlu Anda lakukan adalah proses pengambilan keputusan.
Keputusan yang baik harus selalu dibuat dari kelima tahapan sebelumnya. Dan yang perlu Anda ingat adalah, ketika Anda memiliki Critical literacy Anda dapat membantu orang lain dalam menyelesaikan masalah yang mereka hadapi kemudian mencari jalan keluar terbaik dari masalah mereka.
Pemilik Critical literacy terbiasa dengan pemikiran yang mendalam dan kritis terhadap segala sesuatu, inovatif, penuh ide, informatif, dan peka terhadap segala peluang yang ada. Itu sebabnya, jika Anda memilikinya, Anda akan mampu mengambil keputusan terbaik dalam hidup Anda, yang berdampak positif bagi diri Anda sendiri dan orang lain. Yuk, berlatih Critical literacy sekarang juga!