A. Definisi Duty of Candour
Komisi Kualitas Perawatan (CQC) di Inggris mendefinisikan Duty of Candour sebagai kewajiban hukum untuk bersikap terbuka dan jujur dengan pasien ataupun wali pasien, ketika terjadi kesalahan yang menyebabkan kerusakan yang signifikan di masa depan. Hal ini berlaku untuk semua organisasi pelayanan kesehatan yang terdaftar dengan regulator. Duty of candour tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan1, antara lain:
1) Memberitahu pasien, pengasuh, ataupun keluarga mereka apabila telah tejadi kesalahan yang dapat menimbulkan kerusakan. Pertimbangkan untuk memberitahu pasien terkait kejadian “near miss”. Informasi tersebut mungkin ingin diketahui oleh pasien. Disisi lain, memberitahu informasi tersebut dapat merusak kepercayaan pasien terhadap pelayanan yang diberikan.
2) Meminta maaf kepada pasien, pengasuh ataupun keluarga mereka. Kesalahan yang dilakukan dapat didokumentasikan dalam catatan medis dan ditindaklanjuti dengan surat permintaan maaf pada pasien, pengasuh, ataupun keluarganya.
3) Menawarkan pemulihan ataupun dukungan yang sesuai untuk mengatasi masalah (jika memungkinkan).
4) Menjelaskan secara rinci pada pasien, pengasuh ataupun keluarga mereka efek jangka pendek ataupun jangka panjang dari masalah yang terjadi.
B. Kategori Harm
NHS membagi harm menjadi 6 jenis2, antara lain:
|
Insiden |
Definisi Singkat |
Contoh |
Duty of Candour |
|
No harm |
Tidak ada cedera yang dialami pasien |
Kejadian near miss |
Pasien biasanya tidak terlibat dalam investigasi. Individual investigators dapat memutuskan apakah insiden yang terjadi dapat berbahaya atau tidak yang didiskusikan dengan pasien ataupun keluarga pasien tergantung pada keadaan. |
|
Low harm |
Pasien membutuhkan observasi lebih lanjut ataupun perawatan ringan |
Komunikasi, investigasi, dan analisis perubahan pemberian pelayanan dilakukan bila ada indikasi spesifik atau diminta oleh pasien |
Komunikasi dilakukan dengan diskusi terbuka antara staf yang memberikan perawatan pasien dan pasien (atau wali pasien) untuk memberi tahu kerugian yang disebabkan. |
|
Moderate harm |
Adanya short term harm yang membutuhkan perawatan lebih lanjut |
Adanya peningkatan perawatan kesehatan yang moderat dan bahaya yang signifikan tetapi tidak permanen. Contohnya operasi yang direncanakan ulang, penambahan waktu rawat jalan pasien, pemindahan pasien ke area perawatan intensif. |
Dalam keadaan ini, memerlukan respon yang lebih tinggi. Insiden yang terjadi harus segera diberitahukan pada koordinator keselamatan pasien rumah sakit untuk memberikan dukungan dan nasihat sesuai dengan kebutuhan. Duty of candour policy dan keterbukaan organisasi harus dilakukan. |
|
Severe harm |
Menimbulkan dampak permanen atau long term harm |
Insiden menyebabkan dampak permanen dengan berkurangnya fungsi tubuh, sensorik, motoric, fisiologis, termasuk pengangkatan anggota tubuh atau organ yang salah atau kerusakan otak. |
|
|
Prolonged psychological harm |
Berkelanjutan ≥ 28 hari |
Bahaya psikologis yang dialami atau kemungkinan dialami pasien selama 28 hari secara terus menerus. |
|
|
Death |
Menyebabkan insiden keselamatan pasien |
||
C. Proses Pengambilan Keputusan dalam Duty of Candour
|
Organisational Duty of Candour Diaktifkan |
|
Mengakibatkan kerugian |
|
Kemungkinan mengakibatkan kerugian (menurut pendapat professional) |
|
Terjadi incident |
|
Tidak menyebabkan kerugian |
|
Kejadian nyaris terjadi (near miss) |
|
Organisational Duty of Candour Tidak Perlu Diaktifkan |
Gambar 1. Proses Pengambilan Keputusan Duty of Candour3
D. Praktik Duty of Candour dalam Pelayanan Kesehatan
Berikut adalah contoh insiden keselamatan yang dapat dilaporkan dan memicu dilakukannya duty of candour4.
a. Seorang pasien datang untuk melakukan operasi yang telah direncanakan sebelumnya. Pada hari yang telah ditentukan, pasien tidak diberi arahan yang benar untuk menghentikan pengobatan warfarin. Hal ini menyebabkan operasi harus ditunda. ( Insiden menyebabkan moderate harm)
b. Seorang pasien yang pemalu mengalami cedera ekstravasasi (luka bakar jaringan lunak) jalur intravena. Hal ini menyebabkan munculnya jaringan parut yang tidak dapat diperbaiki di lengannya. Akibatnya, pasien menjadi cemas secara sosial dan membutuhkan masa terapi yang lebih panjang. (insiden menyebabkan psychological harm)
DAFTAR PUSTAKA
1. General Medical Council and Nursing and Midwifery Council. Openness and honesty when things go wrong: the professional duty of candour [Internet]. London: General Medical Council and Nursing & Midwifery Council; 2015 [cited 2021 Apr 21]. Available from: https://www.gmc-uk.org/-/media/documents/openness-and-honesty-when-things-go-wrong--the-professional-duty-of-cand____pdf-61540594.pdf?la=en&hash=EEB52EBEDBFA0EA421F4736F4C36BAB730A9E567
2. NHS. Being Open and Duty of Candour Policy. 2020
3. Scottish Government. Organisational Duty of Candour guidance: March 2018. 2018
4. Care Quality Commission. Fit and Proper Persons: Directors. Gudance for providers and CQC insprectors. 2018.