Skip to main content
Completion requirements

Empati merupakan keterampilan komunikasi yang seharusnya dimiliki tenaga kesehatan untuk meningkatkan efektitas terapeutik hubungan antara penyedia pelayanan kesehatan dan pasien. Empati didefinisikan sebagai kapasitas untuk berbagi dan memahami pikiran atau kondisi emosi orang lain. Hal ini ditandai kemampuan untuk menempatkan diri dalam menanggapi kondisi emosional orang lain. Empati merupakan keterampilan komunikasi yang dapat diajarkan dan dipelajari. Penggunaan empati dalam komunikasi dapat meningkatkan efisiensi pengumpulan informasi dan menghormati pasien.

Empati mencakup pengalaman afektif dari perasaan orang lain seakan hal tersebut dialami oleh diri sendiri. Dalam melakukan empati, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya:

a.     Memahami situasi pasien, perspektif, ataupun perasaan yang dimiliki oleh pasien;

b.     Mengkomunikasikan pemahaman akan situasi pasien dan memeriksa akurasinya;

c.     Bertindak atas pemahaman dari situasi yang dimiliki pasien.2

 

A.    Komponen Empathy3

Terdapat beberapa komponen dari emphaty yang perlu dipahami, yang dijelaskan sebagai berikut:

a.     Emosional

Emosional merupakan kemampuan yang memungkinkan tenaga kesehatan untuk berbagi kondisi psikologis ataupun perasaan dalam diri orang lain secara subyektif.

b.     Kognitif

Kongnitif merupakan kemampuan tenaga kesehatan dalam mengidentifikasi dan memahami perasaan ataupun perspektif pasien secara obyektif. Memiliki pengalaman yang sama dengan pasien, dapat menjadi poin tambahan dalam memahami perasaan pasien.

 

c.     Moral

Dorongan dalam diri seseorang untuk meningkatkan kepentingan pasien dapat memotivasi dalam meningkatkan tindakan empati pada tenaga kesehatan. Dalam hal ini, moral melibatkan penerimaan dan komitmen untuk menerima, memahami, dan membantu memenuhi kebutuhan pasien.

d.     Perilaku

Perilaku merupakan respon komunikatif untuk menyampaikan pemahaman dari perspektif orang lain. Hal ini berkaitan dengan atruisme dan hubungan terapeutik. Empati dalam hubungan terapeutik bertujuan untuk memulai komunikasi interpersonal yang suportif untuk memahami persepsi dan kebutuhan pasien, memberdayakan pasien beradaptasi dengan lingkungannya, dan mencegah adanya masalah pada pasien.4

 

B.    Praktik Empathy dalam Pelayanan Kesehatan

 

Empati diperlukan dalam memberikan pelayanan kesehatan pada pasien. Perhatikan contoh kasus berikut ini:

 

Suatu hari tim medis meminta psikiatri untuk memberikan konsultasi pada pasien Guillan-Barre sindrom yang mengalami depresi dan menolak diberi pengobatan. Pasien mengalami lumpuh total dari leher ke bawah. Saat masuk ke kamar pasien, terlihat sekilas ketertarikan di mata pasien saat dia menyapa. Dia berusaha menyapa dengan membisikkan beberapa kata melalui selang trakeotominya. Perawat dengan lembut menyesuaikan letak selang pasien. Psikiatri kemudian berbicara dengan pasien dengan tenang dan lembut. Saat psikiatri berbicara, pasien menjadi diam, memalingkan muka, dan berusaha mengakhiri percakapan. Saat ini, pasien yang merupakan seorang pria yang kuat, tiba tiba lumpuh dan terlihat oleh semua pengasuhnya. Pendekatan lembut pada pasien membuatnya merasa dikasihani. Psikiatri kemudian mencoba mengubah nada bicaranya menjadi tegas dan lugas tentang apa hal yang mengganggunya dan bagaimana seharusnya memperlakukannya. Pasien menatap langsung ke psikiatri dan mulai menyatakan keluhannya. Keterlibatan ini adalah awal dari aliansi terapeutik yang efektif.5

 

Pada interaksi antara dokter dan pasien, mengetahui bagaimana perasaan pasien sama dengan mengetahui kondisi emosional pasien apakah dia sedih atau cemas. Dalam kasus diatas, terdapat penyesuaian emosional terkait waktu dan nada bicara. Dengan adanya penyesuian emosional, pasien dapat berbagi informasi tentang dirinya saat dokter menanyakan bagaimana kondisinya.

 

C.    Manfaat Empathy dalam Pelayanan Kesehatan

Terdapat banyak manfaat dari penerapan emphaty dalam pelayanan kesehatan, sebagai mana berikut:

a.     Empati melibatkan penalaran asosiatif, penyelarasan emosional membantu tenaga kesehatan dalam memaknai tindakan dan kata-kata pasien.

b.     Emosi dapat membantu mempertahankan perhatian pada hal yang membuat pasien cemas.

c.     Empati mampu meningkatkan kepercayaan dan mendorong pasien mengungkapkan hal yang dicemaskan. Penyelarasan diri dengan pasien secara non verbal, dapat membuat pasien lebih nyaman.

d.     Empati membuat pelayanan kesehatan menjadi lebih berarti dan memuaskan pasien.



DAFTAR PUSTAKA

1.     F, Ioannidou; V K. Empathy and emotional intelligence : What is it really about ? 2008;1(3):118–23.

2.     Ahrweiler F, Neumann M, Goldblatt H, Hahn EG, Scheffer C. Determinants of physician empathy during medical education: hypothetical conclusions from an exploratory qualitative survey of practicing physicians. BMC Med Educ. 2014;14(1):1–12.

3.     Foster AE. Teaching Empathy in Healthcare. Teaching Empathy in Healthcare. 2019

4.     Mercer SW, Reynolds WJ. Empathy and quality of care. Br J Gen Pract. 2002;52(Suppl):S9-12.

5.     Halpern J. What is clinical empathy? J Gen Intern Med. 2003;18(8):670–4.