Section outline
-
-
Indonesia merupakan negara rawan bencana yang memiliki banyak ancaman bencana (Kaimuddin, Haksama, & Handayani, 2019). Indonesia memiliki frekuensi bencana yang tinggi di dunia dan terletak pada pertemuan tiga lempeng raksasa atau Ring of Fire. Terdapat 19.547 kejadian bencana alam dengan 10.420 korban jiwa selama 10 tahun terakhir (2009-2018) di Indonesia (BNPB, 2019). Indonesia menjadi salah satu negara yang berkomitmen melaksanakan Kerangka Pengurangan Resiko Bencana Sendai atau Sendai Framework yang menekankan pada 4 (empat) prioritas penanggulangan bencana yang salah satunya yaitu meningkatkan manajemen risiko dengan memperkuat kesiapsiagaan, respon, dan pemulihan di semua tingkatan (UNISDR, 2015).
Dengan banyaknya bencana yang terjadi di Indonesia tersebut, oleh karena itu perlu dilakukan upaya untuk mengurangi risiko bencana yang ada secara terpadu. Bencana tidak dapat diselesaikan secara individu./ mandiri baik oelh perseorangan maupun oleh lembaga/ organisasi. Bencana perlu ditelaah, dikaji, dikurangi risiko dan dampaknya secara bersama-sama.
Berdasarkan hal tersebut, maka topik tentang Pengurangan Risiko Bencana Terpadu ini menjadi menarik dan perlu dipahami dengan baik. -
PENGURANGAN RISIKO BENCANA TERPADU
Oleh: Setya HaksamaSetelah Mempelajari Modul Ini:
Peserta akan dapat memahami tentang definisi pengurangan risiko bencana integrasi tentang:
1. Gambaran umum berbagai bencana yang terjadi di Indonesia.
2. Sejarah/ Literasi kebencanaan.
3. Pengertian Disaster Life Cycle.
4. Pengetahuan tentang bencana di masa depan.Deskripsi Mata Kuliah:
Secara umum wilayah Indonesia mempunyai kondisi geografis, geologis, hidrologis, dan demografis yang memungkinkan untuk terjadi bencana, baik berupa bencana dari factor alam, non alam, dan manusia yang dapat menimbulkan korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis yang terjadi akibat bencana tersebut. Di sisi yang lain, potensi terjadinya bencana karena factor manusia juga tinggi karena Indonesia mempunyai berbagai suku bangsa, agama, ras, golongan, dan budaya yang berbeda yang mempunyai potensi terjadinya kerusuhan social.Nama Mata Kuliah: Tema Populer - Pengurangan Risiko Bencana Terintegrasi
Kode Mata Kuliah: -
Bahasa Pengantar: Bahasa Indonesia
Waktu Penyelesaian Seluruh Topik: 10 minggu (1 topik/ minggu)
Tipe Mata Kuliah: Self-paced.
Latar belakang pendidikan Setya Haksama adalah:1.Elementary School SDN Ambengan 1 Surabaya tahun 1972 – 1977.2.Junior School SMPN 1 Surabaya tahun 1978 – 1981.3.High School SMAN 2 Surabaya tahun 1981 – 1984.4.Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Airlangga untuk Sarjana Kedokteran Gigi dan Dokter Gigi, tahun 1984 – 1991.5.Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga untuk Magister Kesehatan, tahun 1997 – 2000.6.LP3A, Departemen Kesehatan (Akupunktur) tahun 1999 – 20007.Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia untuk Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat, tahun 2005 – 20118. Fakultas Hukum, Universitas Merdeka Surabaya untuk Sarjana Hukum, tahun 2012 – 2019.
Pendidikan/ Pelatihan Tambahan yang Diikuti:1.District Health Management (DHM) Course. (2005). Asean Institute Management, Manila, Philippines.2.Financing and Health Insurance Course (2005). InWent. Hanoi, Vietnam.3.Management Quality Internship Program for Malcolm Baldrige National Quality. (2009-2010). School of Public Health and Tropical Medicine, Tulane University, New Orleans, Louisiana, USA.4.IRCA Lead Auditor ISO 9001:2008 (2012). British Standard Institution.5.Fulltime Staff Outbound (2019). Department of Health System Policy Management, Arnold School of Public Health, University of South Carolina, Columbia, South Carolina. USA.6.Certified International Person Asessor (CIPA) (2021), PT Quantum HRM International. Komisi Akreditasi Nasional (KAN), Surabaya Indonesia.Pengalaman Pekerjaan:1. Puskesmas Ngantang, Kabupaten Malang, tahun 1994-1996.2. Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga, Tahun 1996 - sekarang.3. Peneliti dan Konsultan di Riset Grup Jaminan Sosial, Ukakes, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga, tahun 2009 - sampai sekarang.4. Peneliti dan Konsultan di Riset Grup Pengurangan Risiko Bencana Terpadu, Ukakes, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga, tahun 2020 - sampai sekarang.
5. Wakil Direktur RS ibu dan Anak Glamour Husada Kebun, Bangkalan.
Bidang Keahlian:
1. Manajemen Mutu dan Pemasaran.
2. Administrasi Rumah Sakit.
3. Manajemen Bencana.
4. Analisis Kebijakan Kesehatan.