Ellis membedakan model pencarian informasi untuk ilmuan bidang ilmu alam dan
ilmu sosial. Model pencarian ilmuan bidang sosial ada 6 tahapan, yaitu:
Starting (Mulai)
Pencari informasi mulai melakukan pencarian atau pengenalan awal terhadap
rujukan. Seringkali informasi yang ditemukan pada tahap ini merupakan cikal
bakal yang akan ditambahkan atau dikembangkan pada tahap selanjutnya
Chaining (Menghubungkan)
Mengikuti mata rantai atau mengkaitkan dengan daftar pustaka yang ada. Mencari
rujukan berdasarkan subjek, nama pengarang dan rujukan inti.
Browsing (Menjelajah)
Tahapan yang ditandai dengan kegiatan pencarian informasi dengan cara
penelusuran semi langsung atau terstruktur
Differentiating (Pembedaan)
Merupakan kegiatan membedakan sumber informasi untuk menyaring informasi
berdasarkan sifat dan kualitas rujukan
Monitoring (Memantau)
Mengembangkan lebih lanjut pencarian informasi yang dibutuhkan dengan cara
memberi perhatian yang lebih serius terhadap sumber-sumber tertentu
Extracting (Mengambil Sari)
Pencarian informasi lebih bersifat sistematis, kegiatan ini diperlukan pada
saat pencari informasi membuat suatu tinjauan literatur atau laporan
Selain Ellis, ada Perkembangan terkini, yaitu : Model Big6
Information literacy merupakan
kunci untuk dapat hidup dan bertahan dalam abad ini. Untuk itu, sejumlah
pendekatan telah dirumuskan oleh para pakar informasi, salah satu yang paling
popular dan telah dikenal secara luas diselruh dunia adalah pendekatan Big6
yang dikembankan oleh dua pakar pendidikan Amerika, Michael Einsenberg dan Bob
Berkowitz. Big6 adalah kurikulum dan model literasi informasi dan teknologi
yang dapat digunakan banyak kalangan, terutama pendidikan dan bisnis. Ada
beberapa akademis yang menyebut Big6 sebagai solusi pintar untuk pemecahan
masalah informasi, karena dengan big6 siswa maupun mahasiswa dapat
menyelesaikan semua masalah, tugas, dan membuat keputusan yang terkait dengan
studi mereka dengan lebih baik.
Model Big6 mengintegrasikan keterampilan pencarian dan penggunaan informasi
dengan penggunaan perangkat teknologi dalam proses menemukan, menggunakan,
mengaplikasikan dan mengevaluasi informasi secara sistematis, untuk memenuhi
kebutuhan dan tugas tertentu. Studi pada ribuan siswa yang diarahkan untuk
menggunakan pendekatan Big6 dengan dikombinasikan dengan kegiatan analitis,
kreatif, dan praktis, menunjukkan bahwa meraka mampu menampilkan performa
belajar yang lebih baik dari pada mereka yang sama sekali tidak dibekali dengan
Big6 (Jarvin dalam Eisenberg, 2006)
Berikut ini tahapan dari Big6:
Defenisi Tugas (Task Defenition)
Tahap pertama dari proses pemecahan masalah Big6 adalah proses untuk mengenali
adanya kebutuhan informasi (information
need), mendefenisikan masalah, dan mengidentifikasi masalah dan
mengidentifikasi tipe dan jumlah informasi yang dibutuhkan
Strategi penemuan informasi (information
Seeking Strategis)
Ketika masalah informasi telah diformulasikan, maka pengguna harus mulai
mempertimbangkan sumber-sumber informasi yang akan digunakan dan mengembangkan
rencana perncarian informasi berikut dengan metode dan saluran (channel) yang digunakan.
Lokasi dan akses (location and access)
Setelah pengguna menentukan prioritas penemuan informasi, mereka mulai
memetakan informasi dari beragam sumber dan mengakses informasi tertentu yang
ditemukan dalam sumber-sumber yang berdiri sendiri
Pengguna Informasi (use of information)
Dalam taha ini pengguna harus bersentuhan dengan informasi yang telah ditemukan
dalam tahapan ketiga, baik melalu aktivitas membaca, melihat maupun mendengar,
untuk kemudian dinilai relevansinya dengan tujuan pencarian. Pengguna disini
juga harus mengekstrasi informasi yang dianggapnya telah relevan
Sintesis informasi (synthesis)
Dalam tahap sintesis informasi, pengguna mulai mengorganisasikan dan
mengkomunikasikan hasil yang telah diperolehnya dengan orang lain disekitarnya.
Rekan diskusi dapat saja teman sejawat, pustakawan, dosen maupun siapa saja
yang dipandang menguasai subyek informasi yang dicari (knowledge person)
Evaluasi (Evaluation)
Proses evaluasi berfokus pada bagaimana produk final dapat menjawab kebutuhan
tugas pengguna (efektif) dan bagaimana pengguna tersebut dapat
mengimplementasikan upaya pemecahan masalah (efisien)
Terciptanya sebuah model pencarian informasi biasanya dipengaruhi oleh faktor kognitif dan fisik seseorang ketika seseorang menelusur informasi. Penerapan sebuah model dalam pencarian informasi tidak menjamin seseorang untuk dapat menemukan informasi yang sesuai dengan tepat. Keberhasilan seseorang dalam menemukan informasi yang sesuai dengan kebutuhan akan berbeda untuk masing-masing individu.
Oleh karena itu information literacy skill adalah suatu hal yang sangat diperlu dimiliki oleh seseorang dalam menelusur informasi. Keberhasilan dalam pencapaian information literacy pada kalangan professional informasi dan masyarakat pengguna membutuhkan usaha yang keras dengan konsistensi yang terus menerus, serta dukungan dari pihak-pihak yang berkepentingan